Istilah desain grafis dan desain komunikasi visual bisa sangat membingungkan bagi beberapa orang, terutama membingungkannya karena bidang ini sering kali secara alami hampir sama. Pada kenyataannya, bagaimanapun, desain grafis sebenarnya sedikit berbeda dari desain komunikasi visual. Pada desain komunikasi visual siswa akan belajar sejumlah topik yang lebih luas dalam bidang atau karier yang berorientasi pada komunikasi, dan mereka akan bertanggung jawab atas pendekatan komprehensif untuk berkomunikasi dengan pelanggan atau klien dengan cara visual. Desain grafis, sebaliknya sangat sempit hanya berfokus pada pembuatan representasi visual dari konsep-konsep kunci dalam metode komunikasi visual, seperti iklan atau desain web. Sebelum menjatuhkan pilihan di antara bidang-bidang ini, pertimbangkan perbedaan utama dan tanggung jawab profesional mereka.
Desain Komunikasi Visual: Pendekatan yang Lengkap untuk Desainer
Bidang desain komunikasi visual difokuskan pada komunikasi dengan klien dan pelanggan melalui segala sarana visual yang tersedia. Itu berarti siswa akan belajar desain grafis, ilustrasi, animasi, fotografi, dan bahkan modifikasi, atau airbrushing, dari foto-foto untuk lebih menggambarkan poin yang diberikan. Keterampilan ini dianggap luas dan komprehensif, dan mereka mempersiapkan para lulusan untuk memasuki sejumlah bidang yang menarik dalam industri komunikasi. Jalur karier yang tersedia termasuk desain grafis, fotografi profesional atau retouching, ilustrasi dan animasi profesional, iklan, desain situs web, dan departemen pemasaran visual (visual marketing department).
Siswa dalam program desain komunikasi visual umumnya didorong atau diminta untuk memilih area konsentrasi, yang dapat membantu mereka menargetkan keterampilan mereka secara lebih luas. Konsentrasinya bukan hanya mencakup desain grafis, tetapi juga mencakup animasi digital, fotografi digital profesional, animasi, ilustrasi komputer, media visual campuran, dan iklan.
Desain Grafis: Berfokus pada Keterampilan yang Sangat Khusus
Hal penting yang perlu diingat tentang desain grafis, terutama bila dibandingkan dengan desain komunikasi visual, adalah bahwa desain grafis itu bidang yang sempit dan sangat terspesialisasi yang hanya berfokus pada pembuatan grafik utama untuk kampanye (campaign) iklan yang lebih luas, situs web, atau materi cetak. Desainer grafis tidak datang dengan serangkaian keterampilan luas yang mencakup segalanya mulai dari animasi hingga fotografi, juga tidak menghasilkan produk visual yang lengkap untuk klien. Sebaliknya, mereka fokus pada pembuatan elemen grafis utama yang sesuai dengan proses komunikasi visual yang lebih luas.
Oleh karena itu, desainer grafis biasanya mempelajari lebih banyak aplikasi komputer, dan mereka belajar cara mencocokkan gambar mereka ke situs web, media cetak, iklan digital dan cetak, dan upaya pemasaran yang lebih luas. Mereka juga akan mempelajari seluk-beluk pemilihan warna, kolaborasi tim komunikasi, dan format file baru yang membuat gambar lebih kecil dalam ukuran file dan lebih portabel secara keseluruhan. Keahlian ini akan berkembang dengan baik sebagai standar desain grafis dan best practices berubah dari waktu ke waktu, dan akan menetapkan lulusan desain grafis sebagai kunci, penasihat ahli untuk komunikator visual tanpa keahlian khusus di bidang khusus ini.
Dua Bidang Keahlian Berkembang untuk Desain dan Komunikasi
Komunikator visual berfokus pada sejumlah besar metode yang berbeda untuk menyampaikan maksud mereka: Fotografi, desain digital, ilustrasi yang unik, presentasi, dan bahkan animasi, semuanya jatuh di bawah payung besar pelatihan dan keahlian mereka. Sementara desainer komunikasi visual lebih terlatih secara luas, desainer grafis tidak. Fokus mereka terbatas pada desain dan pengembangan grafik utama untuk dimasukkan ke media digital dan cetak, situs web, aplikasi seluler, dan banyak lagi. Akan tetapi, bersama-sama, kedua tipe profesional ini memudahkan untuk mengomunikasikan poin-poin kunci dan upaya pemasaran perusahaan dengan cara yang cerdas, jelas, dan menarik secara grafis, tidak peduli jenis media yang digunakan.
Sumber: Graphic Design Degree Hub
Photo by NordWood Themes on Unsplash