Dalam era modern ini, desainer memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Namun, masih banyak desainer yang masih berpikir berdasarkan linear economy. Pola pikir berdasarkan linear economy, yang juga dikenal dengan sebutan “take-make-waste” atau “dari hulu ke hilir”, adalah suatu sistem di mana sumber daya alam dianggap tidak terbatas dan digunakan sekali saja serta dibuang sebagai limbah setelah digunakan.
Beberapa contoh kasus dari linear economy adalah:
- Penggunaan plastik sekali pakai: Plastik sekali pakai, seperti botol minuman, bungkus makanan, dan kantong belanja, digunakan sekali saja dan kemudian dibuang sebagai limbah.
- Penambangan bahan tambang: Penambangan bahan tambang, seperti emas, perak, dan batu bara, mengambil sumber daya alam dan meninggalkan lubang-lubang besar di tanah setelah sumber daya habis.
- Penggunaan bahan bakar fosil: Pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak, batu bara, dan gas, menghasilkan emisi karbon yang merusak lingkungan dan menyebabkan pemanasan global.
- Pembuangan limbah konvensional: Pembuangan limbah konvensional, seperti di tempat pembuangan sampah, menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat.
- Dan banyak lagi…
Semua contoh di atas menunjukkan bagaimana sistem ekonomi linear mengambil sumber daya alam dan meninggalkan dampak negatif pada lingkungan dan masyarakat.
Dampak dari pola pikir linear economy sangat merugikan bagi lingkungan dan masyarakat. Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan polusi karena limbah yang dihasilkan dari produk yang digunakan sekali tidak dapat digunakan kembali dan harus dibuang. Selain itu, pola pikir ini juga menyebabkan kekurangan sumber daya alam, biaya yang lebih tinggi dan dampak sosial yang negatif.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan iklim, desainer harus mulai meninggalkan pola pikir linear economy dan mulai berpikir circular economy. Circular economy adalah suatu sistem di mana sumber daya alam digunakan secara berkesinambungan dan dapat digunakan kembali setelah digunakan. Dengan cara ini, desainer dapat menciptakan produk yang ramah lingkungan dan juga meningkatkan efisiensi bisnis.
Selain itu, desainer harus juga memperhatikan aspek-aspek sosial dan lingkungan dalam proses desain. Desain yang sesuai dengan prinsip-prinsip circular design akan membuat produk yang lebih ramah lingkungan dan juga lebih menguntungkan bagi masyarakat.
Photo by mali maeder on Pexels.com